Salah Satu Pemicu Penyakit Diabetes

Salah Satu Pemicu Penyakit Diabetes
Salah Satu Pemicu Penyakit Diabetes

Tepung termasuk salah satu karbohidrat olahan. Sama dengan gula, konsumsi tepung segera diubah tubuh menjadi glukosa. Glukosa merupakan sumber energi. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, glukosa akan menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah. Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Seperti anda ketahui, diabetes merupakan faktor risiko hiperurisemia yang perlu diwaspadai.

Merupakan faktor risiko hiperurisemia yang perlu diwaspadai. Meskipun saat ini Anda belum terdeteksi sebagai penderita diabetes, hiperurisemia yang Anda alami sudah cukup dijadikan sebagai indikator bahwa Anda telah mengalami disfungsi metabolisme sehingga berpotensi untuk mengalami diabetes.

“tepung sebagai adonan atau campuran berbagai jenis makanan termasuk ke dalam karbohidrat olahan pemicu hiperurisemia”. Konsumsi gula dan tepung secara berlebihan dikhawatirkan memicu penyakit diabetes. Semua orang paham akan hal ini. Namun, gula dan tepung bisa juga menyebabkan dampak yang luas terhadap kesehatan. Berbagai macam penyakit dapat disebabkan konsumsi karbohidrat sederhana yang berlebihan.

Diet tinggi karbohidrat olahan berupa karbohidrat sederhana memicu berbagai macam penyakit metabolik dan penyakit degeneratif yang kini menjadi kekhawatiran bagi sebagian besar masyarakat modern. Konsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah banyak banyak mampu memicu resistensi insulin. Sementara itu, dampak resistensi insulin yang paling nyata adalah sindrom metabolik.

Seperti Anda ketahui, hiperurisemia terkait erat dengan sindrom metabolik. Karena itu, pantas jika konsumsi karbohidrat olahan dianggap sebagai provokator hiperurisemia. Tuduhan tersebut tidak berlebihan karena sejumlah studi menyimpulkan bahwa merebaknya prevalensi hiperurisemia dari waktu ke waktu ada kaitannya dengan pergeseran pola diet yang dominan pada karbohidrat kompleks berubah menjadi diet kaya karbohidrat olahan.

Menu diet modern yang terdiri dari tepung terigu, gula pasir, beras yang disosoh hingga putih, dan jenis tepung lainnya merupakan penyebab sindrom metabolik, termasuk hiperurisemia. Berbagai studi berhasil menyimpulkan bahwa diet yang biasa dilakukan oleh masyarakat modern yang hidup di perkotaan memiliki pengaruh kuat sebagai pemicu hiperurisemia. Dalam studi epidemiologi yang dilakukan selama kurun waktu 1983-2002, menemukan peningkatan kejadian hiperurisemia pada masyarakat urban di jepang. Peningkatan angka tersebut terkait dengan pergeseran pola diet modern yang banyak mengandung karbohidrat sederhana.

Peningkatan prevalensi hiperurisemia di berbagai negara bukan saja terjadi karena diet tinggi purin atau alkohol, tetapi akibat diet tinggi karbohidrat olahan. Hal tersebut telah dibuktikan melalui sejumlah studi yang dilakukan di berbagai negara. Studi yang dilakukan di Jepang menguatkan pendapat ahli yang mengatakan bahwa karbohidrat olahan memiliki dampak buruk yang lebih kuat sebagai pemicu hiperurisemia dibandingkan dengan purin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *