Plus Minus Diet Rendah Purin

Plus Minus Diet Rendah Purin
Plus Minus Diet Rendah Purin

Diet rendah purin memiliki keunggulan dan kelemahan. Apa saja keunggulannya? Serta bagaimana cara mengatasi kelemahannya?

Plus minus Diet rendah purin bagi kesehatan. Diet rendah purin bermanfaat bagi penderita hiperurisemia, khususnya bagi pemilik gen resesif yang peka terhadap purin. Di sisi lain, diet rendah purin juga memiliki kelemahan. Pembatasan konsumsi makanan tinggi purin akan membatasi asupan protein karena purin identik dengan sumber protein. Malnutrisi protein akan terjadi jika purin dipantang secara ketat. Kondisi ini umumnya dialami oleh orang yang cukup lama melakukan diet rendah purin secara ketat.

Plus Minus Diet Rendah Purin
Plus Minus Diet Rendah Purin

Defisiensi protein bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh. Protein merupakan nutrisi makro yang penting bagi tubuh. Tubuh membutuhkan sejumlah asam amino esensial dari protein yang berasal dari makanan. Di dalam tubuh, asam amino esensial memiliki beragam fungsi dalam proses metabolisme tubuh. Karena itu, jika jumlah asam amino esensial tidak memadai, maka fungsi yang harus dijalaninya akan terganggu.

Protein merupakan zat pembangun yang penting untuk meregenerasi sel. Proses regenerasi sel yang berlangsung dengan baik sangat diharapkan oleh penderita hiperurisemia. Pasalnya, kadar asam urat yang tinggi merupakan radikal bebas yang dapat merusak keutuhan sel. Karena itu, perlu upaya untuk meremajakan sel yang telah menua atau rusak. Jika sel di biarkan rusak, maka hiperurisemia akan berkembang semakin parah dan diikuti dengan berbagai komplikasi. Regenerasi sel merupakan proses penting yang harus terjadi selama terapi penyembuhan penyakit hiperurisemia berlangsung. Plus minus diet rendah purin sangat banyak sekali.

Plus Minus Diet Rendah Purin
Plus Minus Diet Rendah Purin

Tidak hanya protein yang tereliminasi dari menu diet, bahkan diet rendah purin juga membatasi asupan sejumlah nutrisi esensial yang ada pada makanan. Sejumlah studi klinis menemukan kaitan antara pembatasan purin dengan defisiensi asam lemak esensial. Pasalnya, sumber asam lemak esensial adalah makanan yang memiliki kandungan purin tinggi. Defisiensi asam lemak esensial sangat beresiko bagi penderita hiperurisemia. Asam lemak esensial, khususnya omega – 3 merupakan komponen penting yang diperlukan untuk mengatasi inflamasi.

Asam lemak esensial juga penting untuk meredam timbulnya rasa nyeri sendi yang mengganggu aktivitas sehari-hari para penderitanya. Sementara itu, omega – 3 bermanfaat untuk mengatasi problematika lain yang terkait dengan disfungsi metabolisme. Asam lemak esensial ini juga bermanfaat untuk mengatur keseimbangan gula darah, LDL dan HDL, menurunkan kadar trigliserida dan tekanan darah serta menyeimbangkan fungsi molekul pengatur yang ada di dalam otak dan beragam hormon penting yang bekerja di dalam tubuh.

Selain membatasi asupan asam lemak esensial, diet rendah purin juga membatasi kesempatan tubuh untuk mendapat pasokan vitamin dan mineral yang terikat pada makanan tinggi purin. Hal ini merupakan dilema yang perlu mendapat perhatian. Di satu sisi, purin dianggap sebagai musuh. Namun, di sisi lain memantang purin berarti menghilangkan asupan vitamin dan mineral yang terkandung dalam makanan yang harus di pantang. Defisiensi nutrisi mikro esensial ini berimbas buruk pada perkembangan penyakit dan dapat menyulitkan proses penyembuhan hiperurisemia. Bagi yang telah mengalami gout, defisiensi nutrisi mikro esensial menyebabkan intensitas kekambuhan lebih sering terjadi.

Ibarat pepatah buah simalakama, diet rendah purin bermanfaat bagi penderita hiperurisemia. Namun, di sisi lain diet hiperurisemia justru menyebabkan defisiensi protein yang beresiko bagi penderita hiperurisemia. Jadi bagaimana solusinya?

Saya berpendapat bahwa diet rendah purin harus dilakukan dengan berbagai perhitungan yang cermat. Diet rendah purin harus bersifat personal. Artinya, setiap orang perlu melakukan pola diet rendah purin yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Menu makanan tinggi purin yang dipantang harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing orang. Caranya, dengan memperhatikan kepekaan terhadap purin dan perkembangan penyakit yang dialaminya. Demikian pembahasan tentang plus minus diet rendah purin. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *