Batas Maksimum Purin yang Dikonsumsi Penderita Hiperurisemia

Batas Maksimum Purin yang Dikonsumsi Penderita Hiperurisemia
Batas Maksimum Purin yang Dikonsumsi Penderita Hiperurisemia

“Beda individu, beda pola diet purin yang harus dilakukan. Perbedaan sensitivitas tubuh seseorang terhadap purin dan perkembangan penyakit yang dialami menjadi penyebabnya.”

Dalam beberapa panduan diet, disarankan untuk membatasi jumlah purin eksogen maksimum yang boleh di konsumsi oleh penderita hiperurisemia. Umumnya, pada penerapan diet rendah purin disarankan asupan purin kurang dari 400mg/hari. Bahkan, ada yang hanya memperbolehkan asupan purin kurang dari 150mg/hari. Jumlah tersebut terlalu kecil jika dibandingkan dengan kandungan purin pada berbagai pangan. Saran tersebut menyulitkan dalam pemilihan menu. Akibatnya hanya menu tertentu rendah nutrisi yang dapat dipilih. Cara tersebut tentu memiliki banyak kelemahan karena menyebabkan pasokan nutrisi utuh yang memadai tidak diperoleh.

Sebagian program diet rendah purin membatasi jenis makanan secara ketat. Banyak jenis makanan yang sesungguhnya rendah kandungan purin tetapi harus di pantang karena diduga banyak mengandung purin. Seperti ikan, dianggap sebagai makanan “terlarang”, sayuran harus dihindari dan sebagainya. Dengan memperhatikan bukti empiris dan hasil studi ilmiah tentang pengaruh purin dari makanan, saya berpendapat diet semacam itu bukan diet yang baik. Jumlah purin yang dikonsumsi masih berkaitan dengan variasi dan nutrisi makanan. Karena itu, pembatasan asupan purin tentu berpotensi pula membatasi asupan nutrisi bagi tubuh. Lantas, apa yang sebaiknya di lakukan?

Dalam diet rendah purin yang saya susun, saya hanya menyarankan agar anda menghindari makanan yang terbukti memiliki kandungan purin tinggi terutama yang berasal dari hewan. Sejumlah studi telah membuktikan bahwa purin hewani lebih berpengaruh terhadap kenaikan asam urat dibandingkan dengan purin nabati. Dalam kadar yang sama, kenaikan asam urat akan lebih tinggi ketika anda mengkonsumsi makanan hewani.

Batas Maksimum Purin yang Dikonsumsi Penderita Hiperurisemia
Batas Maksimum Purin yang Dikonsumsi Penderita Hiperurisemia

Namun, beberapa makanan yang mengandung purin nabati tinggi juga harus anda hindari, khususnya bagi anda yang peka terhadap purin. Jika tidak peka, anda tetap boleh mengkonsumsinya. Di bab selanjutnya, panduan diet rendah purin yang saya buat hanya sebagai panduan dasar dengan asumsi anda termasuk orang yang peka terhadap purin. Khusus untuk makanan hewani yang harus dihindari, tidak ada tawar menawar bagi anda untuk mencicipinya. Namun, untuk makanan nabati ada kelonggaran bagi anda untuk mencoba mengetes kepekaan diri anda terhadap purin.

“Ujilah kepekaan tubuh terhadap purin dengan mengkonsumsi makanan nabati terlebih dahulu sebelum memulai diet rendah purin.”

Purin Bukan Satu-satunya Pemicu Hiperurisemia

Purin seolah momok yang menakutkan bagi penderita hiperurisemia. Saat kadar asam urat meningkat, makanan tinggi purin yang baru saja di konsumsi akan langsung dituduh sebagai penyebabnya. Memang benar purin eksogen dari makanan memiliki andil untuk mendongkrak kenaikan asam urat. Namun, kenyataannya pengaruh purin terhadap kenaikan asam urat relatif kecil. Ingat, purin yang berasal dari makanan hanya menyumbang 15-20% dari kadar asam urat dalam darah. Jumlah yang lebih besar diproduksi sendiri oleh tubuh.

Selain purin, beberapa jenis makanan turut mendongkrak kenaikan kadar asam urat dalam darah. Makanan tersebut seharusnya ikut dicurigai sebagai penyebab kenaikan kadar asam urat serum. Diet rendah purin saja tidak cukup berpengaruh dalam menurunkan kadar asam urat. Bahkan diet rendah purin masih tetap berpotensi meningkatkan kadar asam urat masih saja di konsumsi. Karena itu, sejumlah makanan dan minuman pemicu kenaikan asam urat selain purin harus di pantang agar kadar asam urat kembali normal. Anda tidak perlu lagi berpikir banyak untuk membatasi makanan yang menyebabkan kadar asam urat meningkat, tetapi pikirkanlah untuk menentangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *